Kiat Mendidik Hati agar Tumbuh Positif dan Senantiasa Senang




Kiat Mendidik Hati agar Tumbuh Positif dan Senantiasa Senang – Ada penjelasan menarik dari buku yang berjudul Hati Juga Manusia yang ditulis oleh Angga Setyawan, seorang praktisi parenting dan motivator yang menggagas Gerakan Orang Tua Belajar, Orang Tua Berilmu, dan Hati Berkwalitas. Banyak orang tua merasa kewalahan, anak-anak juga stres karena tak mengerti dengan tugas sekolah yang beraneka, sehingga membikin otak orang tua dan anak overload atau penuh. Slot RTP Dalam buku ini digambarkan bahwa fenomena hal yang demikian bukan karena otaknya yang penuh tapi program otaknya yang error dan ngadat.

“Apabila otak manusia diandaikan seperti hardisk komputer dan dijadikan untuk menyimpan data, maka tiap-tiap detiknya sanggup menampung kabar baru, dan penyimpanan hal yang demikian berlangsung selama 30 juta tahun,” ungkap Angga di dalam bukunya. Dia menerangkan bahwa otak anak layaknya hardisk baru yang nantinya akan menampung banyak kabar selama beberapa tahun ke depan. Pada saat memperbaiki yang eror, slot terbaru bagi manusia dewasa cukup me-restrart atau menginstal ulang dengan melaksanakan wisata atau healing dalam rangka merefresh program otak. “Melainkan, pada anak-anak software hal yang demikian dinamakan konsep diri. Konsep diri pada anak dapat negatif dan positif tergantung konsep diri mana yang orang tua tanamkan pada anak,” ungkapnya.

Figur konsep diri negatif yang dipaparkan oleh Angga seperti merasa bodoh, minder, dan tak percaya diri. Sedangkan konsep diri positif sebaliknya yakni percaya diri, pantang menyerah, berani mencoba, berani gagal, dan mempunyai perasaan bahwa ia anak yang mahir dan dapat asal terus mau berupaya. “Singkatnya, bagaimana anak dapat tumbuh menjadi mahir dan berprestasi Agen Slot88 seandainya sudah mempunyai perasaan atau konsep diri sebagai anak yang bodoh,” tuturnya. Beri apresiasi Cara membangun konsep diri positif menurut buku Hati Juga Manusia betul-betul mudah, yakni dengan kerap memberi apresiasi dan dukungan terhadap anak. Memarahi dan menghardik anak cuma akan membikin anak merasa kecil hati.

“Kali-seringlah memberi apresiasi untuk membangun konsep diri yang positif sehingga potensi otak anak dapat diterapkan secara optimal,” jelas penulis buku hal yang demikian. Angga mengungkapkan bahwa keluarga mempunyai peran utama untuk memberi tahu contoh kebaikan yang akan ia duplikasi ke dalam dirinya. Berdasarkan ia, anak layaknya spons, yang akan mengabsorpsi apa saja yang dipandang, didengar, dan dinikmati. “Jadi, apa yang anak lihat, dengar, dan rasakan seharusnya yakni kebaikan yang akan diterapkan untuk mengarungi kehidupan,” ungkapnya.

Salah satu hal terindah dalam hidup anak, lanjut ia, saat anak tumbuh dalam rasa aman, terhindar dari intimidasi, diskriminasi, kekerasan jasmani dan verbal, sehingga anak tumbuh menjadi kuat bukan karena tekanan, akan tapi karena rasa cinta yang besar terhadap kehidupan. “Sesungguhnya, anak tak butuh bapak dan ibu yang total. Akan tapi, mereka butuh teman yang bersedia tumbuh dan belajar bersama,” ungkap Angga. Buku yang ia tulis hal yang demikian sukses menggugah ratusan ribu bapak dan ibu untuk selalu belajar lebih baik dalam mendidik si kecilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *